Pemkot Bisa Terbitkan Larangan Konsumsi Satwa Langka

[ A+ ] /[ A- ]

MANADO | WARTA5.COM – Sekarang Pemerintah Daerah dapat mulai menerbitkan peraturan untuk kepentingan perlindungan satwa langka di daerahnya, ini sudah dibuktikan Wali Kota Manado, Sulawesi Utara.

Wali Kota Manado segera akan menerbitkan aturan larangan menjual satwa langka untuk dikonsumsi di pasar tradisional.

“Hal tersebut akan dilakukan untuk menjaga agar jangan ada satwa liar langka yang dibantai dan dijual di pasar tradisional untuk dikonsumsi manusia,” kata Wali Kota Manado Vicky Lumentut di Manado, Sabtu (10/1/2015).

Wali Kota mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPRD Manado, dan akan minta lembaga legislatif tersebut agar memberi persetujuan untuk penerbitan pelarangan walaupun dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Dengan begitu, akan ada aturan tegas yang mengatur, sehingga tidak akan ada satwa liar yang dibunuh dan dijual untuk konsumsi di pasar-pasar tradisional Manado nantinya,” katanya.

Vicky mengatakan ketika Perwal tentang hal tersebut sudah diterbitkan, tentu akan ada pengawasan dan penindakan oleh pemerintah, untuk menegakkan aturan agar dipatuhi oleh warga, sekaligus memberikan efek jera.

Memang, kata Vicky, bukanlah hal yang mudah untuk melakukannya, karena kebiasan yang mengakar di kalangan masyarakat Sulawesi Utara yang suka menyantap semua jenis hewan.

JENIS SATWA LANGKA YANG TERANCAM
Di daerah laut para nelayan yang belum mengetahui dengan jelas juga akan mengetahui bahwa, “Di laut ada penyu langka (dan telurnya) yang sama sekali tidak boleh dibantai atau dijual, maka Perwal tersebut akan menjadi alat edukasi bagi masyarakat Manado,” tegasnya.

Satwa langka lain yang ramai dikabarkan mulai menjadi hidangan kuliner restoran, ditawarkan di sebuah website, satwa yang ditawarkan contohnya berbahan dasar ikan dan unggas burung, seperi ikan hiu dan burung Kasuari, dan juga hewan langka lainnya.

Penggemar kuliner yang mengonsumsi sebagian beranggapan menimbulkan efek sensasional ketika disantap, sebagian lainnya menganggap biasa-biasa saja.(ANT/GRE/NAT/W5)
______
FOTO: Google images