Wakil Ketua KPK, BW Ditangkap Bareskrim Polri

[ A+ ] /[ A- ]

JAKARTA – WARTA5.COM | Mabes Polri menyatakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto ditangkap lantaran adanya laporan dari masyarakat. Belum jelas benar siapa yang dimaksud dengan masyarakat yang melaporkan.

Namun Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny Sompie mengatakan polisi menerima laporan atas Bambang Widjojanto sekitar delapan hari lalu. Tepatnya per tanggal 15 Januari 2015.

“Ada laporan masyarakat No.67/I/2015 yang diterima oleh Mabes Polri tanggal 15 Januari 2015, sehingga Mabes Polri menindaklanjuti setelah gelar perkara dilakukan,” kata Ronny di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/1), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Menurut Ronny, meski penangkapan Bambang Widjojanto yang dilakukan pagi ini terbilang berdekatan dengan kemelut antara KPK dengan Polri, pasca penetapan tersangkan kepada Komisaris Jenderal Budi Gunawan, namun ia memastikan penangkapan dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat.

Ronny juga menjelaskan pihaknya telah melakukan penangkapan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tidak hanya itu, Bambang yang kini sedang diproses dalam pemeriksaan sebagai tersangka, menurut Ronny, ditangkap berdasarkan penyidikan yang sudah memenuhi tiga alat bukti.

“Penyidik sudah memenuhi tiga alat bukti yang bisa membuat dia diperiksa. Ketiga alat bukti yaitu surat-surat, beberapa saksi yang diperiksa, dan dua saksi ahli,” ujarnya.

Bambang, yang disangkakan atas pasal 242 juncto pasal 55 KUHP, dilaporkan oleh beberapa orang saksi yang menyatakan dirinya telah menyuruh saksi-saksi untuk memberikan keterangan palsu. “Dari keterangan saksi, dia disangka telah menyuruh, melakukan atau memberikan keterangan palsu di muka sidang,” kata Ronny.

Dalam keterangannya, Ronny memastikan, penangkapan Bambang kali ini tidak terkait dengan kisruh yang sedang memanas antara lembaga antirasuah itu dengan Polri. “Ini perbuatan perorangan, tidak ada kaitan dengan institusi,” ujarnya.