Banjir DKI Berlanjut, Belum Kembali Normal

[ A+ ] /[ A- ]

JAKARTA | WARTA5.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan tinggi air sungai di ibu kota belum kembali normal setelah terus meninggi akibat hujan deras selama lima hari.

Melalui akun sosial media BPBD DKI Jakarta melaporkan pantauan dari Pusat Pengendalian Operasi pada Rabu (11/2/2014) pukul 18.00 WIB, tinggi air pada 12 sungai memang terlihat mulai menduduki status siaga 4 tetapi sungai Angke Hulu yang masih berstatus siaga 3.

Tinggi muka air sungai di Jakarta, Katulampa berada pada ketinggian 40 centimeter (siaga 4) dengan kondisi rawan hujan. Depok 120 centimeter (siaga 4) dengan cuaca mendung, Manggarai 670 centimeter (siaga 4), Karet 420 centimeter (siaga 4), Krukut Hulu 80 centimeter (siaga 4) mendung.

Pesanggrahan 85 cm (siaga 4) dengan cuaca mendung. Kemudian, Angke Hulu 210 centimeter (siaga 3) cuaca gerimis, Cipinang Hulu 90 centimeter (siaga 4) mendung, Sunter Hulu 55 centimeter (siaga 4);

Pulo Gadung 390 centimeter (siaga 4), Waduk Pluit 5 centimeter cuaca mendung dan Pasar Ikan 138 centimeter (siaga 4).

Sementara itu, di sejumlah tempat masih terdapat genangan air dengan ketinggian rata-rata selutut orang dewasa, yaitu di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Genangan yang tersisa misalnya terjadi di Ancol Barat dan Pluit Raya, Jakarta Utara dengan ketinggian 20 centimeter hingga 30 centimeter.

Genangan di Jakarta Barat misalnya terjadi di Grogol dengam ketinggian 30 centimeter hingga 50 centimeter, Komplek KFT Cengkareng Barat dengan ketinggian 90 centimeter dan Jalan Dr Malikawe mencapai 30 centimeter hingga 70 centimeter.

Sementara itu, dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika belum terdapat pembaruan prakiraan cuaca untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Sebelumnya, BMKG ramalan cuaca mendatang memperkirakan di wilayah Jabodetabek masih terus akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.(ANT/BMKG/KMW/W5)

______
FOTO: Situasi banjir di area pemukiman warga sekitar wilayah Kelurahan Tegal Alur, Kali Deres, Jakarta Barat masih terdapat beberapa titik. Debit air jalan-jalan di Jabotabek masih menunjukkan berada pada ketinggian 30 hingga 60 centimeter pada Rabu (11/2/2015). Dampak yang diakibatkan banjir Jakarta diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi dan perdagangan pasar sebesar 1,5 triliun perhari.(AAS/BFJ)