Pemkot dan Masyarakat akan Larang Valentines Day

[ A+ ] /[ A- ]

PADANG | WARTA5.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, akan melarang perayaan “Valentine” atau Hari Kasih Sayang di daerah itu karena bukan budaya orang timur.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Asyarullah di Padang, Kamis (12/2/2015), Dia mengatakan perayaan yang dikenal sebagai Hari Kasih Sayang lebih bermuatan hal-hal negatif.

Dia juga menyebutkan pihaknya akan memusyawarahkan pelarangan perayaan itu bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) di daerah tersebut.

“Tidak ada yang namanya “Valentine Day” di Kota Padang,” ujarnya. Ia menyebutkan warga Kota Padang mayoritas Muslim, dan di dalam Islam kasih sayang itu sepanjang waktu.

Dia menegaskan jika ada pedagang yang menjual pernak-pernik “Valentine” akan dirazia, apalagi disinyalir saat ini beredar hadiah alat kontrasepsi. “Ini sudah tidak benar dan tidak sesuai etika dan norma orang timur,” katanya.

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Pendidikan Sumbar, Anwar Abbas menyatakan budaya “Valentine” tidak ada dalam ajaran Islam. Untuk itu, generasi muslim untuk menghindari, atau menolak perayaannya.

RAKYAT MENOLAK VALENTINE
Penolakan Valentine turut di apresiasi oleh Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Tarmizi Muhammad. Ia melarang pemuda untuk merayakan hari valentine karena hukumnya haram dan melanggar aturan agama.

Sebelumnya pihaknya mengatakan, “Dalam ajaran Islam, kasih sayang dilakukan sepasang insan yang sudah sah dalam ikatan agama,” katanya di Pekanbaru, Rabu (11/2/2015).

Dia mengatakan, kalau hari “valentine” dirayakan oleh kaum muda-mudi, sangat rawan sekali, “Hari valentine bagi pemuda -pemudi yang belum menikah, rawan melakukan berbagai hal yang bernilai negatif,” “akan berbuat dosa sampai pembuatan zina dan kumpul kebo,” katanya.

Dia memaparkan, perayaan hari kasih sayang atau dikenal dengan hari Valentine itu tidak dibenarkan dilakukan oleh orang bukan muhrim atau orang yang belum menikah karena hukumnya haram bila dilakukan.(ANT/W5)

_________
FOTO: Ilustrasi.(Fashionography)