Thu. Jun 27th, 2019

Warta5.com

cerdas mewartakan

Refleksi Hari Tahanan Palestina : Penangkapan dan Hukum Israel yang Sewenang-wenang

2 min read

[ A+ ] /[ A- ]

PALESTINA – ┬áSejak tahun 1974, setiap tahunnya Palestina memperingati 17 April sebagai Hari Tahanan Palestina. Momen tersebut digunakan untuk meminta penjelasan terhadap nasib tahanan-tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Lembaga Hak Azazi Manusian urusan Tahanan Palestina yang berbasis di Yerusalem, Addameer, merilis data saat ini, ada 6.500 tahanan politik Palestina di penjara-penjara Israel. Jumlah tersebut meliputi 300 anak-anak dan 53 wanita.

Salah seorang petugas Advokasi Internasional dari Addameer Laith Abu Zeyad, mengatakan Israel telah membuat rekayasa penangkapan terhadap 500 dan 700 anak-anak setiap tahun di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Setelah penangkapan, 99,7 persen warga sipil Palestina diadili di pengadilan militer Israel. Menurut Abu Zeyad warga sipil diadili di pengadilan militer merupakan pelanggaran hukum internasional. “Hak warga sipil tidak dihargai,” jelasnya.

Sementara itu, banyak tahanan administratif yang ditangkap berdasarkan data intelijen militer Israel, tahanan tidak diberikan akses ke mana pun. Tahanan administratif dapat ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan selama enam bulan pada satu waktu, dan penahanan mereka dapat tanpa batas karena bisa diperbaharui seenaknya.

Sebuah laporan bersama yang dikeluarkan oleh beberapa organisasi non-pemerintah Palestina (LSM) menunjukkan bahwa 509 penangkapan dilakukan Maret 2017 saja, termasuk 75 anak-anak. “Tuduhan yang paling umum dilakukan terhadap anak-anak adalah melempar batu,” kata Zeyad.

Menurut Addameer, tahanan Palestina termuda saat ini adalah seorang anak berusia 12 tahun, yang telah dituduh melempar batu.

Tahanan tertua adalah Fouad al-Shobaki, 76 tahun , yang menjalani hukuman 20 tahun sejak tahun 2006 yang dituduh menyediakan senjata untuk kelompok-kelompok bersenjata Palestina.

Di antara tahanan wanita, kata Zeyad, adalah 19 ibu-ibu, mereka tidak diberiha untuk mendapatkan kunjungan.

“Bagi kami, semua penangkapan yang dilakukan Israel adalah sewenang-wenang,” katanya. “Undang-undang sewenang-wenang, tahanan diberi akses ke pengacara, dan sering disimpan dalam periode interogasi yang berlangsung sampai dua bulan.”

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, telah ada sekitar satu juta penangkapan yang dilakukan terhadap warga Palestina sejak tahun 1948.

Sumber : Al Jazeera

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.