Tue. Sep 17th, 2019

Warta5.com

cerdas mewartakan

Diabaikan Sakit, Tawanan Palestina Gugur di Penjara Israel

2 min read

Warga Palestina Bassem el Sayeh wafat di Penjara Israel. Foto: PIP

[ A+ ] /[ A- ]

AL QUDS – Seorang tawanan Palestina, Bassam al-Sayeh akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di penjara Israel Ahad (8/9). Sebelumnya ia berada di ruang pengawasan super ketat di dalam penjara tahanan rumah sakit Asaf Harofe Israel.

Pihak berwenang Israel tidak menanggapi permintaan pembebasan El-Sayeh, meskipun kesehatannya terus memburuk. Ia menderita kanker darah dan tulang.

Pengobatan tanpa tindak lanjut nyata oleh dokter spesialis menyebabkan munculnya air di paru-parunya, peningkatan air yang signifikan pada paru-paru, pembesaran hati, dan kelemahan dalam pekerjaan otot-otot jantung.

Bassam Amin Mohammed al-Sayeh, warga Nablus ditahan di penjara Israel sejak 8 Oktober 2015. Disaat kematiannya, pria berusia 44 tahun ini ditahan di penjara Israel Jalboa, setelah perjuangan panjang meminta pindah penjara Ramleh tempat ia ditahan sebelumnya.

Istrinya mengatakan bahwa secara psikologis Rumah Sakit Ramleh mempengaruhi semua orang yang ada di dalamnya. Bahwa permintaan suaminya untuk dipindahkan dari RS Ramleh adalah sudah benar. Tawanan yang sehat di penjara Jalboa dapat lebih membantu dan menjaganya.

Tetapi istrinya menjelaskan bahwa “Bassam” walaupun dia berada di “Galboa”, namun dia masih berada di lingkungan yang tidak cocok untuk seorang tawanan dengan penyakit kanker darah dan tulang, karena seccara kontinyu membutuhkan perawatan, obat penghilang rasa sakit dan penyakitnya banyak.

Bassam Sayeh menderita masalah paru-paru, infeksi paru-paru, masalah dalam bergerak, kelemahan secara umum, infark miokard akut, dan osteoporosis.

Seperti dinfokan oleh PIP, meskipun sudah lebih dari tiga tahun ditawan, Bassam Sayeh masih ditahan tanpa ada dakwaan dan proses persidangan. Kejaksaan penjajah Israel meminta agar Bassam Sayeh dihukum penjara dua kali seumur hidup, ditambah 30 tahun.

Bassam didakwa berpartisipasi dalam perencanaan Operasi Itamar pada tahun 2015, yang mengakibatkan tewasnya dua pemukim Israel. Saat itu sedang sengit-sengitnya intifadhah al-Quds yang baru saja meletus.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.