Tue. Sep 17th, 2019

Warta5.com

cerdas mewartakan

GAPKI: Banyak Hoaks Seputar Industri Sawit

1 min read

[ A+ ] /[ A- ]

Jakarta – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menuding banyak hoaks yang disebarkan oknum-oknum LSM terkait industri sawit. Hal itu menyebabkan citra buruk perkebunan sawit di dalam negeri.

“Industri sawit telah menyerap 6 juta tenaga kerja di dalam negeri, sehingga ini mengurangi pengangguran di tanah air,” kata Ketua Bidang Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi saat menghadiri talkshow di Jakarta, pada Senin (9/9).

Hoaks itu disebar oleh LSM dan juga oknum perusahaan-perusahaan asing yang tidak suka dengan bangkitnya industri sawit di dalam negeri. Oleh sebab itu, pengaruh hoaks itu sangat siginifikan dalam mendorong industri sawit untuk lebih baik lagi di masa depan.

“Kalau soal deforestasi atau kerusakan lingkungan, kontribusi sawit itu lebih kecil dibandingkan dengan jenis tanaman lain, misalnya tanaman bunga matahari,” kata Tofan.

Dia membandingkan pembukaan lahan untuk menanam bunga matahari di Uni Eropa merusak kawasan hingga ratusan hektar. Namun, katanya, hal itu tidak dipersoalkan oleh lembaga-lembaga yang sering berbicara tentang lingkungan hidup.

“Belum lagi di kawasan Amazon yang mengalami kebakaran hebat. Penyebab itu semua juga berkaitan dengan pembukaan lahan. Mana itu LSM yang sering mengeritik sawit,” tandasnya.

Bagi GAPKI, sawit adalah jenis tumbuhan palm yang sebenarnya memiliki keuntungan bagi hutan. Jadi, menurutnya, tidak sepenuhnya benar jika industri sawit merugikan lingkungan.

“Dari sisi penggunaan bahan bakar terbarukan, sawit memiliki potensi yang besar,” katanya.

Studi untuk menjadikan sawit menjadi bahan bakar murni (B100) sudah dilakukan sejumlah pihak. Menurut Tofan, GAPKI tidak menutup kemungkinan terlibat lebih jauh untuk membantu Pemerintah melahirkan bahan bakar ramah lingkungan yang diproduksi dari sawit. (*)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.