Sun. Mar 29th, 2020

Warta5.com

cerdas mewartakan

Deteksi Dini Masalah Kesehatan Ibu dan Balita, Ibu Kader Pancoran Mas Ikuti Pelatihan Posyandu Digital

2 min read

Ibu-ibu Kader Pancoran Mas Ikuti Pelatihan Posyandu Digital. Foto: Ist

[ A+ ] /[ A- ]

DEPOK – Ibu -ibu kader Posyandu, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancorn Mas, Kota Depok, Jawa Barat dilatih menggunakan Aplikasi Posyandu Berbasis Mobile Android untuk mendeteksi dini masalah kesehatan ibu dan balita.

Hal itu disampaikan dr. Dona Suzana, M.Si. Ketua Pelaksana Pelatihan yang dilaksanakan di Aula Sekolah Bintara Depok, (23-24/09/2019).

Dikatakan dr. Dona, kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

“Sebagai Pelaksana Pelatihan dan pembuat aplikasi dilakukan kolaborasi 5 Dosen Peneliti dari Universitas Gunadarma; dr. Dona Suzana, M.Si., (Ketua) dari Program Studi Farmasi, Rachmi Ridho, S.Farm, Apt, M.Farm, (Anggota ) dari Program Studi Farmasi dan Dharmayanti ST., MMSI dari Program Studi Tekhnik Informatika. Kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk pengabdian Civitas Akademika Universitas Gunadarma kepada masyarakat,” ujar dr. Dona.

Alasan diadakannya pelatihan ini, lanjut dr. Dona, dari data kemenkes diketahui tahun 2016 di Kota Depok tercatat ada 16 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 91 kasus kematian bayi. Khususnya di Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas menurut data itu merupakan kelurahan dengan angka kematian ibu hamil tertinggi dan kematian bayi nomer 3 tertinggi di Depok.

“Kematian saat hamil disebabkan oleh perdarahan, tekanan darah yang tinggi saat hamil (eklampsia), infeksi, persalinan terhambat dan komplikasi keguguran. Penanganan secara komprehensif sangat penting dilakukan dan dimulai dari asuhan gizi pada kehamilan. Nutrisi ibu hamil sangat menentukan kondisi kesehatan bayinya karena 1000 hari pertama kelahiran merupakan Periode Emas seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” terang dr. Dona.

Gangguan gizi, lanjutnya, bisa menyebabkan stunting (anak pendek), gangguan perkembangan otak yang berakibat pada rendahnya kemampuan kognitif dan prestasi pendidikan serta gangguan pertumbuhan bersifat permanen. Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya masalah gizi yaitu kurangnya asupan gizi dan terbatasnya pelayanan kesehatan dasar, terbatasnya aksesibilitas pangan, pola asuh yang kurang baik, dan terbatasnya kesediaan air minum dan sanitasi yang layak. Akar pokok masalah tersebut adalah kemiskinan, tingkat pendidikan masyarakat yang rendah, daya beli yang rendah, sanitasi lingkungan yang buruk.

“Nah, dengan digitalisasi sistem informasi dan surveilans Posyandu apalagi berbasis mobile Android, kesehatan ibu dan anak dapat terdeteksi dari sejak dini. Sehingga dapat diketahui dengan segera masalah kesehatan yang timbul, dan cakupan imunisasi terpantau dengan baik dan memudahkan pelaporan bulanan kader ke Puskesmas,” pungkas dr. Dona.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.