Sat. Oct 19th, 2019

Warta5.com

cerdas mewartakan

Mahasiswi UPI “YPTK” Wakili Sumbar Jambore Pemuda Indonesia

3 min read

Febri Fertiwi, Mahasiswa UPI YPTK Padang. Foto : ist

[ A+ ] /[ A- ]

PADANG – UPI “YPTK” Padang pantas berbangga. Salah seorang mahasiswinya mewakili Sumatera Barat pada kegiatan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara pada tanggal 31 Oktober-6 Nopember 2019 mendatang.

JPI adalah pertemuan akbar pemuda-pemudi terbaik Indonesia dalam agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Adalah Febri Fertiwi, mahasiwi jurusan Akuntansi UPI “YPTK” Padang yang baru saja terdaftar di kampus tersebut yang mengikuti kegiatan ini. Walaupun masih semester 1 namun ia mampu membawa nama harum almamaternya. Tak mudah baginya hingga bisa terpilih mewakili Sumatera Barat. Serangkaian seleksi yang dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupetan Solok asal daerahnya mampu ia lewati.

“Saya ikut seleksi dulu di Kabupaten Solok. Yaitu tentang pengetahuan mengenai pemuda, organisasi kepemudaan, pengetahuan umum, dan tes bakat minat. Seleksinya cukup ketat,” kata Ibi panggilan akrabnya.

Setelah terpilih di Kabupaten Solok, kemudian ia harus ikut seleksi lagi di tingkat provinsi. Bersaing dari perwakilan pemuda-pemudi terbaik se-Sumatera Barat.

“Seleksi di tingkat propinsi jauh lebih sulit dibanding saat seleksi tingkat kabupaten. Jurinya cukup banyak. Yang diseleksi adalah pengetahuan umum, bakat dan minat, tes psikologi, kewirausahaan dan kepemudaan,” katanya.
Alhamdulillah pada tanggal 31 Juli 2019 lalu akhirnya 6 pasang pemenang ditetapkan oleh Kadispora Provinsi Sumbar, Ibi adalah satunya. 6 pasang pemuda-pemudi terpilih ini yang akan menjadi delegasi Sumbar dalam ajang bergengsi tersebut.

“Saya sangat bersyukur akhirnya bisa terpilih menjadi delegasi Sumbar mengikuti JPI ini. Saya akan terus mengukir prestasi terbaik untuk saya persembahkan bagi kampus, daerah, dan utamanya bagi keluarga,” katanya bangga.

Ibi ini mahasiswi yang bisa jadi inspirasi bagi anak muda lainnya. Ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Sejak kelas 6 SD ayahnya meninggal. Ibunya sudah berusia lebih 60 tahun dalam kondisi yang juga sering sakit. Tinggal di rumah gadang yang mengalami banyak kerusakan. Namun kondisi itu tidak menghalangi untuk berprestasi dalam berbagai bidang.

Prestasi akademiknya juga sudah terlihat sejak SMP, dari kelas 1-3 selalu juara kelas. Pernah juga ikut olimpiade Bahasa Indonesia. Saat SMA duduk di kelas unggul dan mengikuti lomba berbagai lomba dan debat.

“Saya sempat setamat SMA tidak kuliah karena orang tua tidak punya biaya. Tapi saya tetap ikut berbagai kegiatan dan organisasi,” kata alumni SMA 1 Gunung Talang ini.

Namun tahun ini bisa kuliah karena dibantu oleh kakaknya. “Alhamdulillah tahun ini bisa kuliah karena dibantu oleh kakak saya. Walaupun kondisi ekonomi mereka yang sedang banyak kendala. Inilah kenyataan dan tantangan hidup saya,” kata Ibi.

Selain mengukir berbagai prestasi, cita-cita besar Ibi adalah bisa menamatkan kuliah tepat waktu dengan nilai yang tinggi.

“Saya ingin mendapatkan beasiswa untuk membiayai kuliah dan kebutuhan saya lainnya, karena kondisi orang tua saya yang tidak mampu secara ekonomi. Ayah saya sudah lama meninggal, Ibu juga sudah tua dan sering sakit,” katanya.

Ibi juga berpesan kepada anak muda lainnya agar terus berprestasi, walaupun dengan kondisi ekonomi yang sulit.

“Saya bersyukur sekali memiliki keluarga dan sosok ibu yang tak henti memberi semangat untuk saya. Apa yang saya raih hari ini adalah sebuah pembuktian bahwa siapapun bisa menjadi apapun. Tak penting dari mana asal kita, bagaimana latar belakang keluarga dan ekonomi, selagi kita mampu dan mau, marilah kita raih mimpi yang sudah kita ukir, be productif on productif age,” ujar Ibi penuh semangat. (Musfi)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.