Fri. Feb 28th, 2020

Warta5.com

cerdas mewartakan

Catat! Reuni Akbar Mujahid 212 Kedepankan Persaudaraan Islam dan Nasionalisme

2 min read

[ A+ ] /[ A- ]

Jakarta – Reuni Akbar Mujahid 212 yang akan diselenggarakan 2 Desember mendatang akan lebih mengedepankan persaudaraan Islam dan kebangsaan. Hal itu tertuang dalam rilis yang dikirim ke media. Reuni di Monas ini diselenggarakan juga sebagai peringata Maulid Nabi Muhammad SAW 2019.

Dalam rilisnya, disebutkan umat Islam dipersatukan dalam satu semangat, yakni semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah watoniah dengan semangat untuk selalu bersatu,
menguatkan kembali Ghirah serta Ukhuwah Islamiyah dalam bingkai Bela Tauhid, Bela NKRI tercinta.

Panitia menyebut reuni Mujahid 212 bukanlah sekedar ajang unjuk kekuatan dan bukan ajang gagah-gagahan.

Kita berkumpul dalam satu momen, dalam satu titik pertemuan, untuk Munajad , berdoa dengan iringan Dzikir kepada Allah SWT, memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk selalu memberi perlindungan kepada masyarakat Indonesia, menjaga negeri ini agar selalu aman, damai, tentram, sejahtera.

Bersama kita mendengar tausiyah para ulama-ulama yang masih istiqomah selalu menjaga keutuhan NKRI, negeri yang berdiri tegak atas perjuangan para ulama bersama rakyat melawan kolonialisme.

Maka, adalah sebuah kewajaran bila ulama bersama umat, tetap menjaga semangat jihad
tersebut, semangat untuk tetap menjaga Indonesia bebas dari ancaman kolonialisme gaya
baru.

Reuni Akbar 212 tahun 2019 ini akan kami awali dengan shalat tahajud bersama, shalat subuh, pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW dan bermunajat kepada Allah SWT. In syaa Allah acara akan kami akhiri pada pagi hari. Panitia juga mengingatkan para pemimpin
Indonesia, untuk selalu menjaga semangat pembelaan kita kepada masyarakat Palestina,
masyarakat yang tertindas, masyarakat yang terdzolimi oleh Israel.

Pemerintah Indonesia harus terus memperjuangkan bebasnya tanah Palestina dari Israel.

Pemerintah harus terus menyuarakan kepada dunia khususnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), agar berlaku adil, jujur sesuai perannya terhadap kedamaian dunia.

Panitia memberi perhatian khusus terhadap apa yang dilakukan oleh Sukmawati, puteri Presiden pertama Republik Indonesia, Soerkarno, yang sudah berkali-kali menghina,
menista agama Islam. Terakhir, Ibu Sukmawati membanding-bandingkan peran Rasulllah SAW dengan Soekarno di saat jaman penjajahan.

Adalah tidak tepat sikap tersebut, yang
tergolong penistaan agama Islam tingkat tinggi.

Untuk itu, panitia meminta kepada aparat kepolisian dengan adanya pimpinan Polri yang baru bersikap profesional dalam memproses secara hukum Sukmawati Soekarno Putri,
sebagaimana hukum yang berlaku di negeri ini. Jangan sampai Negara bertindak tidak adil dalam penegakan hukum. Karena dari beberapa kali laporan umat atas kelakuan penistaan agama oleh Sukamati, Ade Armando , abu janda tak satupun yang sampai ke meja hijau.

Semua kasus yang dilaporkan, berakhir tanpa proses hukum. Jika penistaan agama tidak
diselesaikan secara hukum, maka tindakan penistaan-penistaan lainnya akan terus berlanjut.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.