Thu. Dec 12th, 2019

Warta5.com

cerdas mewartakan

Sumbar Diterjang Galodo, Dewan Dakwah Bantu Korban

1 min read

[ A+ ] /[ A- ]

Agam – Sebagian wilayah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat diterjang banjir bandang (galodo) pada Rabu (20/11) yang lalu. Bencana yang didahului hujan deras sejak sore harinya itu menghantam Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya.

Galodo yang mengangkut material lumpur, bebatuan, dan kayu-kayu menyebabkan tertutupnya akses jalan sepanjang 200 meter dengan ketinggian bah sekitar 3-5 meter. Akibatnya, dua unit rumah kayu milik Rosmi yang dihuni Erniati dan Ermawati, hanyut.

Galodo juga menyerbu ke 11 unit rumah dan Masjid Istighfar serta gedung Madrasah Diniyah Awaliyah Galapuang. Tambak ikan dan lahan pertanian juga terdampak.

Banjir bandang juga menyebabkan satu korban jiwa, yakni Sutan Palindih (35). “Saat itu hujan deras, korban sedang memasang jaring ikan di Danau Maninjau. Diduga karena tergelincir, korban terjatuh ke danau,” kata Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Kamis (21/11).

Kerugian material akibat galodo tersebut diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Guna meringankan derita korban galodo Galapuang, Dewan Dakwah Sumbar segera mengirimkan bantuan kemnausiaan.

Menurut Ketua Dewan Dakwah Sumbar, Dr Badrul Mustafa Kemal, bantuan tersebut disalurkan melalui Laznas Dewan Dakwah dan Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Sumbar.

Dipimpin ketuanya, Arham, Tim Laznas Dewan Dakwah Sumbar menyalurkan bantuan ke Galapaung pada Jumat (22/11). ‘’Bantuan awal ini berupa beras, pakaian layak, dan makanan cepat saji,’’ tutur Arham dari lokasi bencana.

Selanjutnya, Tim Yarsi bersama Yayasan Birrul Walidaini Pakan Sinayan yang dipimpin Ustadz Misbah Malim, menyambung bantuan sesuai kebutuhan korban yang paling urgen. ‘’Sembako menjadi kebutuhan yang masih priorotas,’’ kata Anisral, Sekretaris Umum Yarsi.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.