Thu. Dec 12th, 2019

Warta5.com

cerdas mewartakan

Muslim Mentawai Butuh Bantuan. Yuk Bantu

2 min read

[ A+ ] /[ A- ]

Bulasat – Sebuah desa terpencil yang dihuni sekelompok muslim di Mentawai membutuhkan bantuan. Hal itu terungkap setelah tim Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia melakukan pemantauan di desa Dusun Tapak Jaya, Bulasat, Pagai Selatan, Kab Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

‘’Kiranya kami membutuhkan mobil pick up untuk angkutan jamaah dan kulakan barang ke Sikakap,’’ tutur Ketua DKM Masjid Darussalam Darman kepada Tim Safari Dewan Dakwah.

Bulasat terletak sekitar 40 km dari ibukota Kecamatan Sikakap. Untuk mencapainya, dari Dermaga Sikakap Tim Safari Dakwah Mentawai Dewan Dakwah menumpang kapal penyeberangan Katurai. Sepuluh menit kemudian tiba di Dermaga Sei Baru, dilanjutkan bermotor selama hampir dua jam menuju Bulasat hingga tiba di Masjid Darussalam.

Yang disebut masjid itu, sebenarnya sebuah musholla kecil saja. Terletak di Jalan Simpang, Darussalam menjadi satu-satunya tempat ibadah bagi 21 KK (kepala keluarga) muslim Bulasat. Hanya 7 keluarga muslim yang tinggal di sekitar Darussalam. Lainnya tersebar di berbagai penjuru desa Bulasat yang berpenduduk hampir 800 KK.

Butuh effort tersendiri untuk menghidupkan Musholla Darussalam. Guna meningkatkan daya tarik dan fungsinya, pada awal 2019 LAZNAS Dewan Dakwah membangun MCK serta fasilitas berwudhu di sini. Juga menyelenggarakan untuk pertama kalinya sholat Idul Fitri dan Idul Adha serta pemotongan hewan qurban. Dengan demikian Darussalam menjadi sebuah masjid.

Kini, jamaah Jumatan di Darussalam bisa mencapai 30 orang. Sebelumnya, cuma 10-15 orang. Selain warga muslim setempat, jamaah juga terdiri para guru yang mengajar di SMAN 1 Bulasat.

Namun, jauhnya Darussalam dari jangkauan jamaah, membuat kemakmurannya belum memadai. Sholat berjamaah lima waktu misalnya, belum rutin berjalan. Demikian pula pengajian mingguan, masih berat untuk dilaksanakan. Maklum, tidak semua warga muslim punya motor.

Maka, Darman mengajukan permintaan bantuan sebuah kendaraan operasional jamaah. ‘’Selain untuk angkutan antar-jemput ke Masjid, juga untuk angkutan kulakan ke Sikakap. Karena kebanyakan jamaah membuka usaha warung kecil-kecilan di rumahnya,’’ terang Darman. Ia menambahkan, pemilik warung biasanya belanja ke Sikakap pada hari pasaran yaitu Minggu atau Rabu. Minggu saat datang Kapal Gambolo, Rabu kapal Ambu Ambu. Keduanya bertolak dari Padang dan mengangkut banyak komoditas perdagangan.

Ketua Tim Safari Dakwah Mentawai, Ustadz Ahmad Misbahul Anam, mengajak kaum muslimin untuk mewujudkan kebutuhan umat muslim Bulasat.

‘’Mari kita dukung aktivitas saudara-saudara kita di Bulasat, agar mereka semakin kuat imannya dan rajin ibadahnya. Terlebih di seberang Masjid Darussalam sedang dibangun sebuah gereja,’’ ujarnya usai berdialog dengan jamaah Darussalam di Bulasat.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.