Mon. Jul 13th, 2020

Warta5.com

cerdas mewartakan

Hapus Jihad dan Khilafah, Kemenag Dikritik

1 min read

[ A+ ] /[ A- ]

Jakarta – Sejarawan muda Persatuan Islam, Dr. Tiar Anwar Bachtiar menyebut keputusan Kemenag Republik Indonesia yang menarik materi Khilafah dan Jihad dalam kurikulum madrasah adalah keputusan ceroboh. Menurut Tiar, keputusan yang terburu-buru itu didasari dari ketakutan politik yang tidak rasional.

“Kalau kita kumpulkan para ahli sejarah atau sejarawan dan ahli pendidikan pasti akan ketawa dengan kebijakan ini. Jadi menurut saya ini adalah kebijakan yang paling bodoh yang dikeluarkan hanya karena ketakutan politik yang tidak rasional dan tidak berdasar,” katanya kepada wartawan, Senin (9/12/2019).

Menurut Tiar, kebijakan ini akan menyebabkan rakyat Indonesia menjadi bodoh. Pasalnya, dalam setiap pengajaran materi oleh sebuah institusi atau guru, selalu ada tujuan intruksional baik umum atau khusus. Dari situ akan terlihat, materi yang disampaikan kepada anak didik akan menjadi pemahaman seperti apa.

Ia menilai, jika memang pemerintah mengangap dengan kebijakan menghapus istilah Khilafah dan Jihad merupakan bentuk deradikalisasi, maka tidak perlu menghapus dua istilah tersebut. Karena malah akan berdampak pada kaburnya pemahaman sejarah.

“Jadi kalau itu ditiadakan, sementara ada pelajaran sejarah kemudian fiqih. Ketika istilah-istilah itu dihilangkan, anak-anak akan jadi aneh dan kehilangan konteks dalam memahami suatu peristiwa,” ujarnya.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.