Mon. Aug 2nd, 2021

Warta5.com

cerdas mewartakan

Pasukan Keamanan Myanmar Berhasil Padamkan Protes Sporadis Anti Junta

2 min read

[ A+ ] /[ A- ]

YANGON – Pasukan keamanan Myanmar dengan cepat memadamkan protes sporadis anti-junta pada hari Selasa (9/3/2021), setelah ratusan aktivis muda yang terjebak semalam di sebuah distrik di kota terbesarnya Yangon dapat keluar dari kepungan.

Kekuatan Barat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meminta penguasa militer Myanmar untuk mengizinkan anak-anak muda itu pergi setelah khawatir akan keselamatan mereka saat pasukan mulai memasuki wilayah itu.

Pengambilalihan militer dan penangkapan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari telah membuat negara Asia Tenggara itu hampir lumpuh. Protes harian sedang dipentaskan di seluruh negeri, dan pasukan keamanan menindak dengan keras.

Lebih dari 60 pengunjuk rasa telah tewas dan lebih dari 1.800 ditahan, kata sebuah kelompok advokasi.

Protes yang tersebar diadakan di Yangon dan kota-kota lain di seluruh Myanmar pada hari Selasa tetapi dengan cepat dibubarkan oleh pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan granat kejut. Sedikitnya dua orang terluka, satu oleh tembakan, di kota Mohnyin di utara, kata media setempat.

Ribuan orang menentang jam malam pada hari Senin untuk turun ke jalan-jalan di Yangon untuk mendukung para pemuda di distrik Sanchaung, tempat mereka mengadakan protes harian menentang kudeta.

Polisi yang menembakkan senjata dan menggunakan granat kejut mengumumkan Senin bahwa mereka akan memeriksa rumah dan akan menahan siapa saja yang datang dari luar distrik dan mengatakan mereka akan menghukum siapa pun yang tertangkap menyembunyikannya.

Aktivis pemuda Shar Ya Mone mengatakan dia telah berada di sebuah gedung dengan sekitar 15 hingga 20 orang lainnya, tetapi sekarang bisa pulang.

“Ada banyak tumpangan mobil gratis dan orang-orang menyambut para pengunjuk rasa,” kata Shar Ya Mone melalui telepon seperti dilansir Reuters.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.