Category Archives: Berkat

Voting PBB : 128 Negara Menentang AS Soal Yerusalem

NEW YORK – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar sidang darurat, Kamis (21/12/2017) atas permintaan negara-negara Muslim terkait keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Utusan Palestina di PBB Riyad Mansour menyatakan, Majelis Umum PBB akan menggelar voting draf resolusi yang mendesak deklarasi AS terkait Yerusalem itu dicabut. Draf resolusi itu telah diveto AS di Dewan Keamanan PBB pada Senin (18/12). Dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, sebanyak 14 anggota mendukung draf resolusi itu dan hanya AS yang menolaknya.

Pasca Gempa, Tim Respon DD Perhatikan Rumah Ibadah dan Sekolah

CIAMIS – Tim Respon Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa (DD) dalam respon kemarin, Rabu (20/12/2017) di kawasan terdampak gempa Desa Sukahurip, Pamarican, Ciamis membagi dua kelompok.

Kelompok satu dipimpin Ahmad Yamin membersihkan rumah ibadah dan tim kedua dipimpin Narwan mendata kerusakan sekolah.

Demikian disampaikan Ahmad Yamin kepada KBK, ketika ditanya kegitan respon relawan DMC di Ciamis, Kamis (21/12/2017).

Ciamis Status Darurat 7 Hari

CIAMIS – Bupati Ciamis Drs. Iing Syam Arifin sudah menetapkan status darurat untuk 7 hari ke depan mengingat banyaknya kerusakan rumah di wilayahnya akibat gempa yang berpusat di Tasikmalaya,  Jumat malam (15/12/2017).

Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Ciamis,  bersama Tagana Dinas Sosial,  Kepolisian dan relawan sudah mendirikan Posko Pengungsi yang membuka layanan Dapur Umum,  Layanan Kesehatan, Tenda Pengungsian di Desa Ciparakan,  RT06 RW03 Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis,  depan Masjid Al Hidayah.

Seperti diutarakan salah seorang staf BPBD Ciamis,  Jajang,  di Ciamis  terdampak 17 kecamatan dengan data sementara 667 rumah rusak,  berat dan ringan.

“Sampai saat ini laporan korban dan rumah rusak masih terus masuk,” ungkap Jajang.

Sementara itu,  Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa (DMC DD),  Syamsul Ardiansyah langsung bertolak ke Ciamis,  seusai menyerahkan instalasi pemanenan hujan,  untuk warga Desa Kalijaga,  Harjamukti,  Cirebon.

HUNTARA

Kepada KBK Syamsul menjelaskan,  setelah melihat kondisi korban gempa di Desa  Sukahurip, Ciparakan, Ciamis Ia berpendapat,  persoalan pangan  kayaknya tidak masalah karena tidak ada akses yang terputus.  Meskipun di Posko Induk Ciamis,  stok logistik sementara hanya cukup untuk dua hari.

“Karena kebanyakan rumah penduduk tak layak huni,  yang dibutuhkan adalah hunian sementara sampai rumah mereka dibangun kembali,  ” terang Syamsul.

Saat ini di Posko Induk Ciamis BPBD mendirikan 4 tenda:  dua untuk pengungsi, satu tenda untuk dapur umum dan satu tenda layanan kesehatan.

Gempa Tasik, Dompet Dhuafa Jabar Terjunkan Relawan

BANDUNG–Dompet Dhuafa Jabar menerjunkan tim relawan menyusul gempa 7,3 SR yang melanda Tasikmalaya dan beberapa wilayah di Jawa Barat pada Jumat malam (15/12).

“Kami terjunkan relawan di Tasik dan Garut. Para relawan respon langsung guna membantu para warga terdampak,” terang Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jabar, Udhi Tri Kurniawan di Bandung, Sabtu (16/12).

Tim relawan juga merespon dengan melakukan pemantauan dan pendataan untuk rencana aksi berikutnya. Tim berkoordinasi dengan masyarakat dan relawan lokal.

“Hasil pantauan tersebut akan menjadi data untuk pertimbangan aksi dan bantuan apa saja yang akan kami berikan kepada warga terdampak, ujar Udhi.

Berdasarkan data Pusdalops PB. BPBD Kota Tasikmalaya, Gempa yang berpusat di 43 Km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat ini mengakibatkan beberapa rumah dan bangunan rusak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya menyebut 17 rumah yang mengalami rusak berat berada di wilayah Jawa Barat. Satu orang juga tercatat meninggal dunia akibat gempa.

“Di wilayah Jawa Barat adalah 1 orang meninggal dunia, 6 orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan,” lanjutnya.

BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan dini Tsunami. Namun 2 jam setelah gempa peringatan itu resmi diakhiri.

DMC DD Sisir Wilayah Bencana Gempa Tasikmalaya

CIREBON – Disater Manajemen Center (DMC), Dompet Dhuafa,  membagi 3 tim respon untuk menyisir wilayah bencana gempa yang menimpa laut selatan Jawa yang berpusat di Tasikmalaya.

Hal itu disampaikan Syamsul Ardiansyah,  Direktur DMC DD kepada KBK dalam perjalanan menuju Tasikmalaya dan pengandaran memantau dampak bencana gempa,  seusai penyerahan bantuan 1 unit instalasi pemanen air hujan untuk warga keluarahan Kalijaga,  Kecamatan Harjamukti,  Kota Cirebon,  Jawa Barat, Sabtu (16/12/2017).

Tim pertama akan menyisir wilayah Pengandaran dengan koordinator Narwan,  Cipatujah dikoordinasi Ahmad Yamin,  Garut disisiri oleh Sanadi.

Tim Advance ini,  kata Syamsul,  bertugas untuk melihat kebutuhan warga terdampak dan langsung memberikan respon awal.

“Setelah itu,  tim ini akan melaporkan hasil tinjauannya ke posko pusat untuk pertimbangan memberi respon yang lebih luas.  Tim lapangan yang bertugas langsung update secara realtime melalui aplikasi online,  ” terang Syamsul.

Saat ini kerugian dan korban terdampak dari bencana ini masih dalam pendataan.

Gempa Tasikmalaya, DMC DD Turunkan Tim Respon

JAKARTA – Beberapa saat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis terjadinya gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter terjadi di 43 KM Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya dengan kedalaman 105 KM, Jumat (15/12/2017),  Tim Respon Disaster Management Center Dompet Dhuafa (DMC-DD) siap siaga.

Direktur DMC Samsyul Ardiansyah, yang ketika itu dalam perjalanan menuju Cirebon untuk menghadiri acara  Semai – DMC ; Launching Sistem Pemanenan Air Hujan di Cirebon, langsung memberikan arahan kepada Tim DMC melalui selular untuk melakukan respon pemantauan dan pengiriman tim respon ke lokasi bencana.

Dikutip dari Antara, BNPB menyatakan,  guncangan gempa tersebut dirasakan sejumlah warga di wilayah Bandung raya, Cianjur, Sukabumi, bahkan juga terasa di Jawa Timur.