Category Archives: Kesehatan

Hati-Hati, Penularan Penyakit Demam Kuning

KONGO (KBK) – Penyakit aneh melanda warga Republik Demokratik Kongo, sebanyak 21 orang dinyatakan tewas akibat demam kuning.

Menurut keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (12/4/2016).

Beberapa dari korban wabah itu pertama kali terinfeksi demam kuning dari negara tetangga, Angola.

Wabah ini telah menewaskan 225 orang dan menginfeksi sekitar 1.600 orang di Angola.

Seperti dikutip dari Reuters, WHO mengatakan risiko penyebaran semakin tinggi di Kongo mengingat besarnya jumlah orang yang secara rutin menyebarangi perbatasan Kongo dan Angola.

Waspada, Obesitas Anak Terus Meningkat

YOGYAKARTA – Angka obesitas di kalangan anak di Indonesia menunjukkan tren meningkat. Salah satu faktornya adalah perbaikan kondisi ekonomi keluarga yang menyebabkan mudahnya akses aneka bentuk makanan. Namun, ada faktor eksternal yang juga mempengaruhinya.

Menurut penelitian dr. Emy Huriyati dari Departemen Ilmu Gizi dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, sekitar 30 persen orang Indonesia kini mengalami obesitas. Di kalangan remaja dan anak-anak, angkanya mencapai 10 persen dari populasi dan dikhawatirkan terus meningkat.

Obesitas terus meningkat, menurut dr. Emy, karena pola konsumsi yang tidak sehat.

Di Indonesia, anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah keataslah yang mengalami ini, karena kemudahan mengakses berbagai jenis makanan. Orang tua cenderung ingin anaknya banyak makan, dan memilih jenis-jenis makanan berkalori tinggi. Jenis makanan cepat saji juga demikian populer dan digemari anak-anak, termasuk menu-menu yang mengandung gula tinggi. Pada saat bersamaan, anak-anak terutama di perkotaan mulai kekurangan aktivitas fisik, karena meningkatnya hobi bermain games.

“Kalau menurut data kita, sekitar 30 persen obesitas pada kelompok dewasa. Kalau anak-anak dan remaja di penelitian kita itu sepuluh persen yang obesitas. Tetapi, di kelompok remaja ini bukan hanya masalah obesitas, karena tekanan darahnya juga mulai naik. Pada kelompok remaja, siswa-siswa SMA. Karena memang penelitian saya dilakukan terhadap anak-anak SD, SMP dan SMA. Remaja ini sudah mulai bermasalah karena pola hidupnya, tidak seperti kita dulu yang banyak berlari-lari. Sekarang anak-anak kebanyakan bermain gadget,” ujar dr. Emy seperti dikutip KBK dari VOA Indonesia.

Siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya kenalkan Antiseptik Alami Tangkal Flu Burung

SURABAYA  – Siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya memperkenalkan antiseptik alami yang bisa dimanfaatkan untuk menangkal virus Flu Burung.

Antiseptik alami itu merupakan campuran gel lidah buaya dan alkohol, air jeruk nipis, air lemon hingga air garam.

“Terbukti keempat antiseptik alami tersebut selain ampuh membunuh kuman kelebihan lainnya yakni mudah dibuat dan murah,” ungkap Syafii Humas SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mengenalkan karya muridnya.

Siswa wajib mencuci tangan menggunakan antiseptik alami itu, sebelum menuju kantin sekolah untuk jajan atau makan. Tanpa perkecualian, semua siswa wajib mencuci tangannya.

Meskipun antiseptik kimiawi atau buatan pabrik sudah banyak ditemui dan mudah diperoleh, tetapi antiseptik alami punya kelebihan lain yaitu mudah dibuat sendiri di rumah.

Pada kegiatan Kamis (7/4/2016) selain memperkenalkan antiseptik alami, siswa juga diajak untuk mengingat bahwa 7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan Dunia, bertepatan dengan lahirnya World Health Organization (WHO).

“Jadi siswa tidak sekadar mengenal antiseptik alami yang dapat mencegah penularan virus flu burung tetapi pada hari ini juga diperingati sebagai hari kesehatan dunia,” kata Syafii Humas SMP Muhammadiyah 5 Surabaya

Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa memiliki kesadaran sendiri untuk menjaga kesehatannya dengan cara mudah dan murah yaitu dengan selalu mencuci tangan, setiap akan melakukan pekerjaan atau sesudahnya.

“Jika tidak punya antiseptik kimiawi yang dibeli di toko, siswa dapat membuatnya sendiri dari bahan-bahan alami yang khasiat dan manfaatnya tidak berbeda. Pengetahuan sederhana ini penting,” kata Syafii seperti dikutip KBK dari SurabayaNews

Laporan WHO : Penderita Diabetes di Dunia 422 Juta Orang

NEW YORK (KBK) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (6/4/2016) merilis jumlah orang dewasa di dunia yang terkena diabetes hampir empat kali lipat dari jumlah penderita di tahun 1980.

Jumlah orang dewasa terjena diabetes di dunia 422.000.000, terutama di negara-negara berkembang, didorong oleh kenaikan berat badan dan obesitas,” kata seorang juru bicara PBB yang melaporkan angka golbal Diabetes di hari Kesehatan Dunia.

Pada malam Hari Kesehatan Dunia, yang jatuh pada hari Kamis, (7/4/2016), WHO menerbitkan “Laporan Global Diabetes,” yang menyoroti peningkatan kebutuhan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit diabetes.

Margaret Chan, Direktur Jenderal WHO, menekankan bahwa “jika kita ingin membuat kemajuan apapun dalam menghentikan kenaikan diabetes, kita perlu memikirkan kembali kehidupan kita sehari-hari. Makan sehat, aktif secara fisik, dan menghindari kenaikan berat badan yang berlebihan”

Dia menambahkan, bahkan dalam pengaturan minimal, pemerintah harus memastikan warga untuk mampu membuat pilihan-pilihan yang sehat dan sistem kesehatan harus mampu mendiagnosa dan mengobati penderita diabetes.

WHO menjelaskan bahwa diabetes penyakit tidak menular progresif kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Hal ini terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup hormon insulin, yang mengatur gula darah, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan.

Halaman Berikut : Temuan Kunci WHO Terhadap Diabetes

Makan Buah Segar Setiap Hari akan Hindari Sakit Jantung dan Stroke

TIONGKOK – Sebuah studi baru di Tiongkok dikeluarkan Rabu (6/4/2016) bahwa orang yang makan buah segar setiap hari akan terhindar dari risiko serangan jantung dan stroke dibanding orang yang jarang makan buah segar.

Temuan yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine, berasal dari sebuah studi tujuh tahun yang meneliti setengah juta orang dewasa di Tiongkok, di mana di negara ini konsumsi buah segar jauh lebih rendah dibandingkan di negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat.

Para peneliti dari University of Oxford dan Chinese Academy of Medical Sciences, melakukan penelitian secara nasional melibatkan 500.000 orang dewasa dari 10 kota dan pedesaan di seluruh Tiongkok, pelacakan kesehatan ini dilaksanakan selama tujuh tahun, melalui rekam medik secara elektronik di rumah sakit.

Para peserta penelitian dipastikan tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau perawatan anti-hipertensi ketika mereka pertama kali bergabung dalam penelitian.

Menurut laporan Xinhua, Kamis (7/4/2016), studi ini juga menemukan bahwa makan buah-buahan, terutama apel atau jeruk, sangat terkait dengan banyak faktor lainnya, seperti faktor pendidikan seseorang.

Ibu Ini Menyesal Tidak Mau Divaksin ketika Hamil

QUEESLAND (KBK) – Seorang ibu di Australia menyesal karena telah menolak vaksinasi batuk rejan ketika ia hamil.

Kini bayinya yang baru lahir justru terkena infeksi batuk rejan.

Cormit Avital mengatakan, ketika hamil ia menolak vaksinasi karena ia seorang wanita yang sehat, bugar dan suka organik.

Namun malang yang tidak dapat ditolak, ia menularkan penyakit batuk rejan pada bayi perempuannya Eva, menyebabkan ia harus dirawat intensif di ruang NICU selama sebulan lebih.

“Jika saya bisa memutar kembali waktu, saya akan melindungi diri saya,” katanya, dalam video yang dirilis oleh Gold Coast Health, otoritas kesehatan Negara Bagian Queensland.

Putri Avital dinyatakan positive terkena batuk rejan, juga dikenal sebagai pertusis, sesaat setelah melahirkan.

Dalam waktu dua minggu, batuk Eva, putrinya yang baru lahir makin menakutkan. Ia khawatir dengan keadaannya itu, tapi nasi sudah menjadi bubur.

Seperti dilaporkan BBC, Eva kini terus dalam perawatan tim medis.