Category Archives: Medika

Virus Ebola Belum Teratasi, MonkeyPox Hadir Jadi Ancaman Dunia

AFRIKA – Ada virus yang berhasil dimusnahkan seperti cacar, yang mengandung virus mematikan berhasil musnah tahun 1977. Kasus terakhir diketahui terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1949 dan karena program vaksinasi di seluruh dunia, penyakit ini telah sepenuhnya dimusnahkan.

Namun masih ada penyakit yang disebbabkan virus yang belum dapat disembuhkan. Seperti virus Ebola yang belum dapat disembuhkan. Centers for Disease Control and Prevention masih bekerja keras untuk menyembuhkan Ebola. Kasus ini belum berhasil dituntaskan, virus mematikan lainnya datang menjadi ancaman.

Adalah Virus Monkeypox pertama kali diidentifikasi pada tahun 1970 sebagai penyebab penyakit seperti cacar pada manusia. Virus ini ditemukan di lokasi terpencil di Afrika 1958, ketika dua wabah penyakit seperti cacing terjadi di koloni monyet yang dikandangkan untuk penelitian. Karena ditemukan di monyet para ahli memberi nama virus itu dengan “monkeypox . ”

Virus Monkeypox dapat menyebabkan penyakit dengan ruam pada kulit, demam dan pembengkakan rahang yang menyakitkan.

Dikutip dari Viral4Real, dalam temuan wabah sebelumnya, virus ini menyebabkan kematian sekitar 1-10 persen dari kasus yang terinfeksi.

Tahun ini, telah terjadi 88 kasus MongkeyPox yang dilaporkan, yang banyak ditemukan di desa terpencil Manfoute, Afrika.

Belum ada obat khusus untuk mengobati penyakit ini, namun perawatan intensif dapat mendukung pasien untuk pulih sepenuhnya.

Tips Menjaga Kebugaran di Jaman Now

JAKARTA Jaman Now, penuh terburu-buru. Manusia super sibuk, ke sana dan ke mari menuntaskan pekerjaannya mencari rejeki dan kebahagiaan. Dengan demikian menjaga tubuh untuk tetap fit dan segar dalam menjalankan aktvitas sangatlah penting.

Berikut Tips menjaga kebugaran tubuh di saat sibuk yang dikutip KBK dari paceandgo.co.uk,

1. Selalu Sarapan Pagi!

Sarapan pagi akan meningkatkan metabolisme Anda sepanjang hari, ia akan membantu mengatur gula darah dan mengurangi hasrat makanan. Mulailah hari dengan minum madu dan air lemon untuk membersihkan perut.

2. Makan Rendah Lemak

Biasakan memakan makanan yang rendah lemak seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat.

3. Makan sedikit dan sering!

Makanlah setiap 2 – 3 jam, ini akan mengatur gula darah, nafsu makan dan mood Anda. Dengan memakan 5-6 makanan kecil sehari akan menguragni kecenderungan Anda untuk menyukai makanan berkalori tinggi.

4. Menjaga keseimbangan!

Makanlah dengan bijaksana selama 6 hari dalam seminggu. Kemudian merencanakan dan menikmati makanan bebas sebagai hadiah di hari ketujuh. Meskipun demikian jangan makan berlebihan dan jangan sampai ada sisa makanan dan minuman yang Anda suka. Ini akan membantu Anda, akan tetap fokus dan termotivasi.

5. Asupan Air

Lemak tidak bisa dimanfaatkan oleh tubuh kecuali Anda memiliki cukup air di dalam tubuh. Usahakan minum air putih minimal 2 liter sehari. Minumlah dua gelas air putih sebelum makan.
Ambil sebotol kecil air ke manapun Anda pergi.

6. Makan Perlahan dan Nikmati Makanannya!

Setelah Anda selesai makan masih membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk perut Anda agar mendapatkan tingkat kepuasannya. Cobalah dan kunyah makanan Anda minimal 20 kali sebelum menelan, karena unsur air liur Anda akan membantu proses pencernaan.

7. Makan Makanan Berkualitas Bagus!

Hindari lemak terhidrogenasi atau lemak jenuh. Konsumsilah makanan organik bila mungkin dan hindari makanan cepat saji atau makanan siap saji berkualitas karena full lemak jenuh, garam dan gula.

8. Makan Buah dan Sayuran Segar!

Makanlah 5 porsi buah atau sayur setiap hari; sebagian besar memiliki rendah kalori dan lemak pilihan. Kaya dengan vitamin dan mineral yang baik. Makan malam, sebaiknya memiliki 1/3 piring protein tanpa lemak, dan sisanya diisi dengan aneka sayuran.

Warga Madagaskar Terserang Penyakit Aneh Mematikan

MADAGASKAR – Pulau Madagaskar, Afrika tenggara diserang wabah aneh yang telah menewaskan sedikitnya 42 orang dan menginfeksi 343 lebih sejak Agustus 2017.

Gejalanya seperti demam – demam, menggigil, nyeri tubuh, mual, muntah, dan pembengkakan kelenjar getah bening pada selangkangan, leher atau ketiak.

Setelah diteliti ternyata wabah ini penyakit menular yang dipicu oleh pestis Yersinia, bakteri yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Orang bisa terinfeksi karena digigit kutu, atau melakukan kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Don Walker, ahli osteologi di Museum Arkeologi London yang mempelajari DNA kerangka korban ‘Black Death’, mengatakan bahwa bukti pertama dari manusia yang terinfeksi dapat ditelusuri sampai 5.000 tahun lalu ke Serbia.

“Ini penyakit yang cukup tua,” kata Walker.

“Sejauh yang kami tahu, ada tiga jenis pandemi, waktu terakhir, dari abad ke-19 dan keluar dari China Sekarang, sejauh ini, masih ada di sekitar kita hari ini, tapi wabah telah benar-benar berubah karena dalam wabah pada periode abad pertengahan, penyebarannya sangat, sangat cepat. Kini, penyakit ini jauh lebih lambat dalam penyebaran dan menyebabkan angka kematian jauh berkurang, ” terangnya.

Menurut Walker, para ahli membagi tiga jenis wabah ini : bubonic, septicaemic, dan pneumonic.

Pneumonic atau Pneumonia merupakan penyakit yang paling mematikan, yang sekarang lagi mewabah di Madagaskar. Sangat menular, ia menular dari orang ke orang sering dengan batuk. Jika tidak diobati, ia memiliki tingkat kematian mendekati 100 persen dan bisa berakibat fatal dalam waktu 24 jam setelah terinfeksi.

Bubonic, seperti wabah pes yang disebarkan oleh kutu atau hewan pengerat ke manusia dan bisa menyebar ke paru-paru seseorang. Sekitar 10 persen kasus wabah pes, berkembang menjadi pneumonia.

Seperti dilansir Al Jazeera, jenis ketiga septicaemik, saat infeksi menyebar melalui aliran darah. Ini bisa terjadi dari gigitan kutu atau jika bakteri masuk melalui luka pada kulit seseorang,

Orang Amerika Susah Tidur, 1 dari 3 Orang Dewasa AS Dibantu Obat untuk Tidur

CHICAGO, – Periset dari University of Michigan menemukan satu dari tiga orang dewasa agak tua di Amerika Serikat, menggunakan obat untuk membantu mereka bisa tidur, dan banyak yang melakukan ini tanpa sepengetahuan dokter mereka.

Temuan itu dirilis pada hari Rabu (27/9/2017).

Hasil jajak pendapat didasarkan pada survei online terhadap 1.065 orang berusia 65 sampai 80 tahun, yang menjawab berbagai pertanyaan, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Institut Kebijakan dan Inovasi Kesehatan Universitas Michigan.

Secara keseluruhan, 46 persen responden mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan tidur, sekali atau lebih setiap minggu. Lima belas persen responden polling mengatakan bahwa mereka mengalami masalah tidur tiga atau lebih dalam seminggu.

Di antara mereka yang melaporkan masalah tidur tiga atau lebih dalam seminggu, 23 persen mengatakan mereka menggunakan obat tidur. Sebagian besar yang menggunakan obat tersebut membantu mereka tidur, setelah mereka susah tidur selama bertahun-tahun.

Sementara itu, produsen dan Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat mengatakan bahwa obat-obatan tersebut hanya untuk penggunaan jangka pendek.

“Meskipun masalah tidur bisa terjadi pada usia berapapun dan karena berbagai alasan, mereka tidak dapat disembuhkan dengan mengonsumsi pil, resep, over-the-counter atau herbal, jadi tidak perlu peduli dengan apa iklan di TV katakan,” kata direktur jajak pendapat Preeti Malani, seorang dokter Universitas Michigan yang terlatih dalam pengobatan geriatrik dalam siaran persnya.

“Beberapa obat ini dapat menimbulkan kekhawatiran besar bagi orang dewasa yang lebih tua, mulai dari masalah pernafasan hingga kebingungan dan konstipasi, bahkan jika hasilnya dijual tanpa resep dokter,” kata Malani seperti dikutip KBK dari Xinhua.

Nenek Ini Tidak Sadar 800 Batu Bersarang di Kantong Empedunya

WUHAN – Kebanyakan orang tidak pernah memikirkan kesehatan kantong empedu mereka, penting untuk diketahui bahwa organ berbentuk buah pir (kantong empedu) memiliki pekerjaan penting, mengumpulkan dan menyimpan empedu – cairan yang membantu tubuh mencerna lemak.

Diet yang tinggi lemak dan kolesterol rendah serat sangat berperan dalam perkembangan batu empedu. Mayoritas orang dengan batu empedu tidak pernah mengalami gejala seumur hidup mereka, dan begitu mulai mengalami gejala, mereka merasakan sakit yang ngga tahan.

Seorang wanita yang diyakini berusia enam puluhan melakukan kunjungan ke rumah sakit di Wuhan, ia mengeluh sakit perut yang parah. Setelah beberapa kali tes, dokter menemukan masalahnya: kantong empedunya penuh dengan batu-batu kecil.

Dokter segera melakukan operasi, dan terkejut menemukan 800 batu empedu dari tubuhnya. Yang lebih kecil adalah seukuran biji wijen. Mereka segera menemukan alasan di balik pengembangan ratusan batu empedu itu.

Dilansir Viral4Real, wanita tersebut mengatakan kepada dokter bahwa dia tidak mencintai apa pun selain makan daging berlemak. Sebagai tanggapan, dokter mengatakan kepadanya bahwa dia mungkin harus mengurangi asupan lemaknya yang tinggi.

Hasil Penelitian Baru: Orang Pintar, Hidup Lama

LONDON – Orang yang lebih pintar, akan hidup lebih lama, demikian menurut penelitian baru yang dipublikasikan di British Medical Journal.

Ilmuwan sosial mengaku, telah lama mengamati hubungan antara kecerdasan tinggi dan usia yang lebih lama, namun korelasi tersebut sebagian besar disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan IQ tinggi.

Mereka yang mendapat nilai bagus dalam tes kecerdasan cenderung memiliki gelar dan mendapatkan penghasilan lebih, misalnya: kedua faktor juga berkaitan dengan meningkatkan kemungkinan hidup sampai usia lanjut.

Sekarang, sebuah studi komprehensif telah memperkuat teori tersebut – yang dikenal sebagai “hipotesis integritas sistem” – yang menyimpulkan bahwa orang dengan IQ tinggi secara bawaan akan lebih sehat dibanding yang ber IQ rendah.

Survei yang dilakukan di Skotlandia pada tahun 1930-an dan 1940-an mencatat skor tes IQ hampir setiap anak berusia 11 tahun. Dari peserta Survei Mental Skotlandia 1947, 33.536 pria dan 32.229 peserta diperiksa.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Catherine Calvin seorang profesor psikologi di Universitas Edinburgh, menganalisis penyebab kematian orang-orang di kelompok usia tersebut untuk menentukan apakah ada korelasi antara kecerdasan masa kecil dan berapa lama mereka hidup.

Mereka menemukan, setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti pendapatan dan kebiasaan merokok yang lebih tinggi, peneliti menemukan bahwa kecerdasan masa kecil berhubungan terbalik dengan semua penyebab utama kematian

Terutama korelasi kuat antara kecerdasan yang rendah dengan penyakit pernafasan, penyakit jantung dan stroke. Sebuah asosiasi juga diamati antara hasil IQ masa kanak-kanak dan kematian karena cedera, kanker terkait merokok, penyakit pencernaan dan demensia.

Seperti dilaporkan independent.co.uk, Koneksi lain yang lemah ditemukan antara tingkat IQ masa kanak-kanak dan bunuh diri, dan dengan kanker yang tidak berhubungan dengan rokok.